CATATANSENJANEWS.COM | Kekuasaan formal ternyata tidak selalu sejalan dalam kendali politik yang dimainkan di Sulawesi Utara, ironi itu sudah mulai jelas terbaca. 

Meskipun kursi Gubernur Sulut diduduki kader Gerindra, tapi NasDem tampil lebih agresif, terukur, dan efektif dalam menguasai ruang-ruang strategis pemerintahan.

Kepada awak media, Pengamat Sosial Politik Dandy D.A. menilai, apa yang dilakukan Partai NasDem bukan manuver spontan, melainkan langkah sistematis yang mencerminkan politik jangka panjang menuju kontestasi 2029.

“Kalau kita melihat dan menilai komposisi kekuasaan hari ini, NasDem sedang bermain di level yang lebih dalam. Mereka tidak hanya membaca kekuasaan, tapi mengintervensinya secara halus,” ujarnya. 

Ia melihat secara saksama, Fenomena menonjol justru terjadi di tubuh pemerintahan Gubernur Yulius Selvanus, selaku Ketua DPD Partai Gerindra Sulut. 

Menurut Dia, Posisi strategis tengah hangat ini di struktur non-pemerintahan yakni jabatan Komisaris Utama PT Bank SulutGo di isi kader Partai NasDem, menggantikan kader Gerindra sebuah fakta politik yang sulit dibantah.

“Ini menunjukkan bahwa Gerindra unggul secara elektoral, tetapi lemah dalam konsolidasi kekuasaan. Sementara, NasDem kalah dalam simbol, namun unggul dalam pengaruh,” ucapnya.

Dominasi NasDem pada jabatan strategis mengindikasikan keberhasilan partai tersebut menguasai jalur birokrasi dan kebijakan, ruang dalam politik modern jauh lebih menentukan dibanding sekedar jabatan kepala daerah.

“Penguasaan birokrasi adalah investasi politik. Dan NasDem tampaknya sadar betul bahwa 2029 tidak dimenangkan lewat baliho, tetapi lewat kontrol jaringan kekuasaan,” tegasnya. 

Dandy mengingatkan, Sebaliknya, Gerindra dinilai berada dalam posisi paradoks. Kekuasaan eksekutif berada di tangannya, tapi panggung politik tidak sepenuhnya dikuasai.

“Jika partai penguasa hanya menjadi penonton di rumah kekuasaan nya sendiri, maka terjadi defisit kendali politik. Jika kondisi ini dibiarkan, Gerindra berpotensi mengalami erosi pengaruh di tingkat elite dan birokrasi, meski masih memiliki basis elektoral yang solid di masyarakat," timpalnya. 

“Ini bukan soal hari ini. Ini soal siapa yang menyiapkan masa depan. Dan sejauh ini, NasDem terlihat lebih disiplin dalam membangun kekuatan struktural,” sambungnya. 

Peta Politik Sulawesi Utara hari ini sedang mengalami pergerakan terpola, dari elektoral menuju pengaruh. 

"Pada konteks ini, partai yang mampu menancapkan kadernya di titik-titik pengambilan keputusan akan memiliki keunggulan strategis. NasDem sedang menekan dari dalam, sedangkan Gerindra masih berkuasa tetapi tanpa kendali penuh atas panggung,” tutupnya.