Oleh: Deon Yohanes Wonggo, Jurnalis, Fungsionaris LPM Sulut Bidang Komunikasi dan Informasi, Alumni GMNI Manado.
CATATANSENJANEWS.COM | Jika kita menggunakan konsep berpikir berdasarkan Materialisme Historis yang dikembangkan dua pemikir hebat relevan hingga sekarang, yakni Karl Marx dan Friedrich Engels terkait analisis Dana Desa.
Struktur ekonomi suatu masyarakat yang mencakup hubungan produksi dan cara produksi menjadi dasar yang menentukan bentuk organisasi sosial, politik, dan ideologi (superstruktur) masyarakat.
Perubahan sosial dan sejarah terjadi akibat kontradiksi antara kekuatan produksi, dengan hubungan produksi itu sendiri, serta perselisihan antar kelas sosial yang muncul dari ketidakseimbangan kekuasaan dan akses terhadap sumber daya.
1. SEBAGAI BAGIAN DARI STRUKTUR EKONOMI
Dana Desa merupakan bagian dari sistem ekonomi negara yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi desa.
Dalam konteks ini, ia dapat dilihat sebagai upaya untuk mengembangkan kekuatan produksi di tingkat lokal, seperti melalui pendanaan usaha mikro, pembangunan infrastruktur pertanian, dan pengembangan sumber daya manusia masyarakat desa.
Hal itu sejalan dengan pandangan Materialisme Historis tentang pentingnya mengembangkan kekuatan produksi untuk kemajuan masyarakat.
2. HUBUNGAN DENGAN PRODUKSI
Alokasi dan penggunaan Dana Desa dapat memengaruhi hubungan produksi di desa. Misalnya, jika dana digunakan untuk mendirikan badan usaha milik desa (BUMDes).
Hal ini dapat mengubah pola kepemilikan dan pengelolaan sumber daya ekonomi lokal, serta menciptakan lapangan kerja baru yang dapat mengubah posisi ekonomi masyarakat desa dalam hubungan produksi.
3. POTENSI KONFLIK KELAS
Dalam praktiknya, pengelolaan Dana Desa dapat menjadi arena perselisihan antara kelompok yang memiliki akses dan kekuasaan dengan mereka yang tidak.
Seperti yang ditemukan pada beberapa penelitian, terdapat kasus dominasi elit lokal (seperti kepala desa atau kelompok penguasa lokal) dalam pengambilan keputusan dan penggunaan dana, yang dapat menyebabkan ketidaksetaraan dalam distribusi manfaat.
Sesuai dengan konsep konflik kelas dalam Materialisme Historis, di mana kelompok yang berkuasa cenderung menggunakan sumber daya untuk kepentingan mereka sendiri, sementara kelompok yang lebih lemah mungkin tidak mendapatkan bagian yang layak.
4. DAMPAK PADA SUPERSTRUKTUR
Pengelolaan yang baik dari Dana Desa dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hingga pada gilirannya dapat memengaruhi struktur sosial, politik, dan budaya lokal.
Contohnya, Peningkatan pendapatan masyarakat dapat mengubah pola partisipasi politik dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak-hak mereka.
Sebaliknya, jika pengelolaan dana tidak transparan dan akuntabel, hal ini dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah lokal dan memperparah ketidakstabilan sosial.
ANALISA MATERIALISME DIALEKTIS TERHADAP DANA DESA
Dari perspektif materialisme dialektis, Dana Desa merupakan bentuk wujud dari perkembangan ekonomi dan sosial-politik masyarakat desa, yang muncul dari kontradiksi antara kebutuhan pembangunan lokal dengan keterbatasan akses sumber daya sebelumnya, dan terus berkembang melalui interaksi dinamis antara berbagai elemen sosial, ekonomi, dan politik.
PRINSIP MATERIALISME DIALEKTIS YANG RELEVAN
Pertama, Materi sebagai Dasar
Dana Desa berakar pada kondisi material nyata masyarakat desa, seperti ketimpangan ekonomi antar wilayah, kurangnya infrastruktur, dan keterbatasan sumber daya lokal untuk pembangunan. Keberadaan dana ini tidak muncul secara sepihak dari ideologi saja, melainkan sebagai respons terhadap masalah material yang ada di lapangan.
Kedua, Kontradiksi sebagai Penggerak Perubahan
Kontradiksi utama: Tujuan pemerataan pembangunan dengan potensi penyalahgunaan atau alokasi tidak merata dana.
Kontradiksi sekunder: Kebutuhan jangka panjang pembangunan desa dengan tekanan untuk menunjukkan hasil dalam jangka pendek, serta antara kewenangan lokal dengan pengawasan dari tingkat pusat.
Ketiga, Perubahan Dialektis
Dana Desa telah mengalami perkembangan dari waktu ke waktu: mulai dari bentuk bantuan yang lebih terpusat hingga sistem yang memberikan otonomi lebih kepada desa.
Perubahan ini dipengaruhi oleh interaksi antara tuntutan masyarakat desa, kebijakan pemerintah, dan dinamika ekonomi nasional.
Keempat, Hubungan Antar Elemen
Dana Desa tidak berdiri sendiri, ia berinteraksi dengan berbagai faktor lain seperti kapasitas aparatur desa, tingkat partisipasi masyarakat, kebijakan sektor terkait (pertanian, kesehatan, pendidikan), dan kondisi ekonomi global yang memengaruhi pendapatan negara.
DAMPAK DAN DINAMIKA YANG MUNCUL
- Aspek positif: Mendorong pembangunan infrastruktur lokal, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia desa, dan memperkuat peran lembaga desa sebagai badan pengelola sumber daya.
- Tantangan: Potensi korupsi, alokasi dana yang tidak sesuai dengan kebutuhan utama, dan ketidakseimbangan kapasitas antar desa dalam mengelola dana.
- Proses dialektis: Tantangan yang muncul menjadi dorongan untuk penyempurnaan kebijakan, seperti peningkatan sistem pengawasan, pelatihan bagi pengelola desa, dan pendekatan yang lebih partisipatif dalam perencanaan.
KESIMPULAN BERDASARKAN MATREALISME HISTORIS
- Basis Ekonomi sebagai Fondasi: Distribusi dan pemanfaatan Dana Desa dipengaruhi oleh struktur ekonomi lokal, seperti jenis sektor produktif (pertanian, industri kecil, pariwisata) dan ketimpangan akses sumber daya ekonomi antar desa. Alokasi dana cenderung diarahkan ke program yang mendukung reproduksi aktivitas ekonomi masyarakat, misalnya pembangunan infrastruktur irigasi atau pasar desa.
- Peran Kelas dan Kepentingan Sosial: Pengambilan keputusan terkait Dana Desa seringkali terpengaruh oleh dinamika kelas sosial lokal. Kelompok yang memiliki akses lebih besar ke sumber daya dan hubungan sosial cenderung memiliki pengaruh lebih kuat dalam menentukan prioritas penggunaan dana, yang bisa menyebabkan kesenjangan manfaat antara kelompok berwenang dan masyarakat bawah.
- Hubungan dengan Struktur Politik Negara: Kebijakan Dana Desa sebagai bagian dari kebijakan pembangunan negara merupakan cerminan dari kesadaran politik yang dibentuk oleh perkembangan ekonomi nasional. Tujuannya untuk mengurangi kesenjangan daerah dan memperkuat basis ekonomi pedesaan sejalan dengan kebutuhan pembangunan kapitalisme nasional atau pembangunan berkelanjutan yang diusung negara.
KESIMPULAN BERDASARKAN MATERIALISME DIALEKTIS
- Dinamika Kontradiksi: Terdapat kontradiksi dalam implementasi Dana Desa, seperti antara tujuan nasional untuk pemerataan dan realitas lokal yang seringkali terjadi korupsi atau penyalahgunaan dana; serta antara kebutuhan jangka panjang pembangunan infrastruktur dan tekanan untuk menunjukkan hasil cepat dalam jangka pendek.
- Proses Perubahan dan Pengembangan: Implementasi Dana Desa mengalami perkembangan seiring waktu, dari tahap awal yang masih terbatas dalam cakupan dan mekanisme, hingga berkembang dengan adanya regulasi yang lebih ketat dan partisipasi masyarakat yang semakin meningkat. Perubahan ini dipicu oleh konflik dan tantangan yang muncul dalam pelaksanaan sebelumnya.
- Keterkaitan dengan Faktor Lain: Dana Desa tidak berdiri sendiri, melainkan saling terkait dengan faktor-faktor lain seperti sistem pemerintahan desa, kapasitas aparatur lokal, tingkat pendidikan masyarakat, dan kondisi budaya lokal. Perubahan pada salah satu faktor tersebut dapat memengaruhi efektivitas pemanfaatan dana secara keseluruhan.
KESIMPULAN INTEGRATIF
Dari perspektif Materialisme Historis dan Dialektis, Dana Desa bukan hanya program keuangan semata, melainkan bentuk wujud dari interaksi antara basis ekonomi, struktur politik, dan dinamika sosial lokal yang terus berkembang.
Keberhasilan implementasinya tergantung pada kemampuan untuk mengelola kontradiksi yang ada, serta menyelaraskan kepentingan berbagai pihak dengan tujuan pembangunan yang lebih luas. Selain itu, perkembangan sistem pengelolaan Dana Desa harus selalu menyesuaikan dengan perubahan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat desa.
Keterangan Dihimpun: Kesimpulan dari berbagai sumber yang diambil hanya intisarinya alias point-point penting saja kemudian dirangkai dalam satu bentuk tulisan sederhana.