CATATANSENJANEWS.COM | DPC GMNI Manado mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto terkait perombakan total jajaran direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), akibat langkah mereka selama ini dinilai lebih memprioritaskan penyaluran kredit kepada Pengusaha Besar ketimbang pelaku usaha kecil.
Perpanjangan tangan Wisma Trisakti GMNI di Kota Manado melalui Ketuanya, Matthew Liling memandang, Kendala selama ini memang demikian, Faktanya Himbara lebih fokus ke Kaum Kapital daripada menyalurkan kredit ke pelaku UMKM.
Ia mengatakan, Ada kontradiksi utama antara Tujuan dasar BUMN sebagai lembaga yang harus mendukung kesejahteraan rakyat banyak, terutama melalui pemberdayaan UMKM yang menyerap hampir 97% tenaga kerja dan kontribusi >60% terhadap PDB.
"Kenyataannya, itu berkontraksi langsung dengan praktik kredit Himbara yang lebih memprioritaskan pengusaha besar, Kontradiksi ini menjadi motor perubahan, yang terwujud dalam keputusan perombakan direksi," ungkapnya.
Sambung Dia, Hubungan Antar Komponen yaitu Bank BUMN sebagai bagian dari struktur ekonomi negara tidak berdiri sendiri.
"Kebijakan kredit yang tidak merata dapat memperlebar kesenjangan ekonomi, menghambat pertumbuhan sektor ril, dan berdampak pada stabilitas sosial-politik. Perombakan direksi merupakan upaya untuk menyelaraskan fungsi Himbara dengan kebutuhan sistem ekonomi secara keseluruhan," jelasnya.
Lanjut Matthew, Ketua DPC GMNI Manado Periode 2025-2027 tersebut mengungkit mengenai Proses Perubahan.
"Perombakan bukanlah perubahan yang tiba-tiba, melainkan hasil dari perkembangan kondisi material. Pertumbuhan peran UMKM dalam ekonomi, tekanan dari masyarakat dan berbagai elemen, serta ditambah tantangan ekonomi global menjadi faktor yang mendorong terjadinya transformasi pada struktur kepemimpinan Himbara," urainya.
PERAN BANK BUMN
Sementara itu, Jebolan GMNI Manado dari Komisariat Swaradika Fispol Unsrat, Tiara Piri menuturkan, Peran bank BUMN dalam perekonomian Indonesia telah berkembang seiring dengan perkembangan cara produksi dan hubungan ekonomi.
"Dimana, Sejarah perbankan nasional menunjukkan, bahwa bank milik negara didirikan untuk mendukung pembangunan ekonomi rakyat, namun seiring waktu praktiknya cenderung terpengaruh oleh logika pasar yang lebih mengutamakan profit dan risiko rendah, sehingga cenderung memberikan kredit kepada pengusaha besar," kata pria akrab disapa Yaya ini.
Sosok yang menggeluti dunia jurnalistik inipun memandang secara saksama, Keputusan Presiden Prabowo guna merombak direksi Himbara merupakan bentuk tanggapan dari lembaga negara terhadap ketidaksesuaian antara praktek perbankan dengan kepentingan ekonomi nasional.
"Tentu saja, itu mencerminkan bagaimana isi hati elemen masyarakat merespons perubahan yang dianggap sesuai dengan kepentingan kelas pekerja dan pelaku usaha kecil," ulas Mantan Pimpinan Umum Ormawa Pers Fisip Unsrat, yaitu Acta Diurna.