CATATANSENJANEWS.COM | Suasana khidmat dengan selimut patriotik seolah membius Lapangan KONI Sario, Manado, Sabtu pagi ini, dimana ribuan peserta mengikuti Upacara Peringatan Peristiwa heroik Merah Putih 14 Februari tepat 80 tahun.
Kegiatan berlandaskan true story para pejuang di Kota Manado tersebut mengambil tema besar, yakni Bhakti Kami Demi Pertiwi, dari Sulut untuk Nusantara.
Sebagai inspektur upacara Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus mengatakan, 80 tahun adalah simbol ketangguhan Bumi Nyiur Melambai dalam menjaga kemerdekaan.
Top Leader di Pemprov Sulut inipun membawa khalayak hadir bernostalgia pada peristiwa delapan dekade silam di Tangsi Militer Teling.
Dia juga menyebutkan, beberapa sosok pahlawan seperti Letkol Charles Taulu, Sersan Servius Dumais Wuisan, Kopral Mambi Runtukahu, dan Bernard Wilhelm Lapian.
"Mereka menjawab provokasi NICA dengan tindakan nyata! menyerbu markas musuh, menurunkan bendera penjajah, merobek warna birunya, dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih," ungkap YSK.
Ia menambahkan, aksi heroik tersebut sebagai proklamasi kedua bagi masyarakat Sulawesi Utara.
TIGA INSTRUKSI STRATEGIS GUBERNUR YSK GUNA MENGHADAPI TANTANGAN DUNIA MODERN
1. Perkuat Literasi Sejarah
Agar bangsa tetap memiliki akar yang kuat dan tidak mudah tumbang oleh arus global.
2. Perkokoh Sinergi
Menghapus ego sektoral antara Pemerintah, TNI, Polri dan Masyarakat dalam memajukan daerah.
3. Transformasi Semangat Juang
Bahwa musuh masa kini adalah kemiskinan dan perpecahan yang harus diperangi bersama.