CATATANSENJANEWS.COM | Pengembangan Geotourism berkelanjutan dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pariwisata Indonesia yang lebih berkualitas dan bertanggung jawab. 

Pendekatan ini menempatkan kekayaan geologi, lingkungan alam, budaya lokal, dan masyarakat sebagai satu kesatuan, sehingga pariwisata tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan jangka panjang.

Peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai krusial dalam mendorong arah tersebut. Sebagai pengelola aset strategis negara di sektor energi, transportasi, dan pariwisata, BUMN memiliki posisi penting untuk memastikan bahwa pemanfaatan aset publik dilakukan secara berkelanjutan dan berkeadilan. 

Melalui pendekatan Geotourism, BUMN dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan, penguatan ekonomi lokal, serta perlindungan nilai budaya.

BUMN DAN GEOTOURISM 

Akademisi Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), Dr. Harley Mangindaan menilai, Geotourism harus dipahami sebagai instrumen kebijakan pembangunan, bukan sekadar aktivitas wisata.

“Geotourism memungkinkan pengelolaan pariwisata yang lebih bertanggung jawab. BUMN dapat berperan mendorong pemanfaatan aset negara dengan tetap menjaga lingkungan, budaya, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat,” kata Bang Ai, sapaan akrabnya.

Menurutnya, keterlibatan BUMN dalam geotourism perlu dirancang secara proporsional dan terintegrasi dengan fungsi utama perusahaan.

"Dengan tata kelola yang baik, geotourism dapat menjadi aktivitas pendukung yang memberi nilai tambah, tanpa menimbulkan tekanan baru terhadap lingkungan maupun sosial," ucap Owner Warong Kobong. 

POTENSI GEOTOURISM SANGAT BERAGAM

Tak luput, Wakil Wali Kota Manado periode 2010 hingga 2015 ini menekankan soal pentingnya kolaborasi multipihak. 

"Pengembangan geotourism tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara BUMN, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat lokal. Kolaborasi ini menjadi kunci agar pariwisata tidak berkembang secara eksploitatif, tetapi berorientasi pada keberlanjutan," ulas Ai. 

Setelah itu, Tenaga Ahli dari Menteri Ekonomi Kreatif, yakni Teuku Riefky Harsya inipun menggarisbawahi, Di berbagai daerah, potensi geowisata Indonesia sangat beragam, mulai dari kawasan vulkanik, panas bumi, bentang alam pesisir, hingga kawasan pegunungan. 

"Jika dikelola dengan pendekatan geotourism yang tepat, potensi tersebut dapat menjadi kekuatan baru pariwisata nasional sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan," urainya.

"Ke depan, dorongan BUMN terhadap geotourism diharapkan dapat memperkuat citra pariwisata Indonesia sebagai destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga ramah lingkungan, berkeadilan sosial, dan berpandangan jauh ke depan. Dengan demikian, pariwisata benar-benar menjadi instrumen pembangunan yang menyeimbangkan ekonomi, ekologi, dan budaya," tutupnya.