CATATANSENJANEWS.COM | LSM Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI) Sulawesi Utara menilai kepemimpinan Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, ditenggarai sedang menghadapi krisis kepercayaan pada lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).
Penilaian ini tidak muncul begitu saja, melainkan akibat sejumlah kebijakan terkait penataan jabatan dinilai belum sejalan dengan profesionalisme aparatur sipil negara.
Mengemukakan Pandangan, Ketua PAMI Sulut, Jonathan Mogonta mengatakan, Indikasi krisis kepercayaan itu terlihat dari pola penugasan pejabat dinilai terpusat pada figur tertentu.
Dia mengambil contoh soal Deni Mangala yang memegang lebih dari satu jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
“Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius. Apakah sudah tidak ada lagi pejabat lain yang memiliki kapasitas dan kualitas untuk diberi kepercayaan memimpin OPD,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Praktik itu berpotensi bertentangan dengan semangat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
"Yang menegaskan bahwa pengelolaan ASN harus berdasarkan sistem merit, yakni kebijakan dan manajemen ASN yang mengutamakan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan objektif," urainya.
"Dalam UU ASN juga ditegaskan bahwa ASN harus menjunjung tinggi prinsip profesionalitas, efektivitas, serta bebas dari praktik yang dapat menimbulkan konflik kepentingan," sambungnya.
Oleh karena itu, penumpukan jabatan pada satu orang dinilai dapat mengganggu efektivitas kerja birokrasi sekaligus menurunkan kepercayaan internal OPD.
“Jika prinsip sistem merit dijalankan secara konsisten, maka tidak akan muncul kesan ketidakadilan maupun mosi tidak percaya di internal pemerintahan,” tegasnya.
Kritik PAMI Sulut merupakan bentuk kontrol sosial dan kepedulian terhadap tata kelola pemerintahan daerah.
Jonathan Mongonta menaruh harapan, Gubernur Sulut dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penataan pejabat, agar selaras manat undang-undang dan mampu memulihkan kepercayaan aparatur maupun publik.
“Kepercayaan adalah fondasi utama kepemimpinan. Tanpa itu, roda pemerintahan akan sulit berjalan optimal,” pungkasnya.