CATATANSENJANEWS.COM | Presidium Daerah IKA GMNI Lampung menyentil keras soal keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) untuk perdamaian Gaza yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump.
Secara tegas, Rabu (28/1/2026), Barisan Alumni GMNI Lampung tersebut mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk tidak terjebak pada skema perdamaian palsu yang di create oleh Para Globalis tanpa melibatkan Palestina sebagai subjek berdaulat.
Ke Awak Media, Ketua IKA GMNI Lampung, Donny Irawam mengingatkan, soal landasan ideologis dari Amanat Bung Karno dalam pidato To Build the World Anew (1960).
"Imperialisme bukanlah hal yang sudah mati, Ia hanya berubah bentuk. Kita harus waspada pada bentuk-bentuk baru penjajahan yang menyamar dibalik bantuan ekonomi dan diplomasi," ucapnya.
"Jika Indonesia hanya memberitakan Palestina menjadi objek di BoP tanpa suara berdaulat, maka kita sedang mengkhianati amanat Bung Karno dan konstitusi kita sendiri," sambungnya.
Senada dengan itu, Sekretaris IKA GMNI Lampung, Hendri Winanto mengatakan, Rekonstruksi harus berdasarkan prinsip berdikari.
Ia juga menambahkan, BoP beresiko menjadi alat Nekolim untuk menguasai sumber daya energi Palestina di bawah kedok Rekonstruksi.
"Bung Karno mengajarkan kita untuk berdikari, Rekonstruksi Gaza harus menjadi modal kemandirian rakyat Palestina bukan ladang jarahan bagi korporasi transnasional. Indonesia harus berani berdiri tegak membela atas hak alat produksi dan kekayaan alam bangsa yang sedang di jajah," ujarnya.
"Sangat tidak masuk akal jika masa depan Gaza dibahas tanpa kehadiran otoritas Palestina sebagai penentu kebijakan," lanjutnya.