CATATANSENJANEWS.COM | Sumitronomics memiliki filosofi ekonomi khas Indonesia yang berakar pada semangat gotong royong, keadilan sosial, dan keseimbangan antar sektor. 

Tentu hal Ini merupakan upaya untuk membangun pendekatan ekonomi yang sesuai dengan potensi dan karakter bangsa Indonesia, bukan hanya meniru teori dari negara lain.

Perlu diketahui bersama, bahwa Sumitronomics memiliki relevansi dengan kondisi ekonomi politik Indonesia saat ini; 

1. Pertumbuhan Ekonomi Tinggi

Saat ini ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5% dan berpotensi meningkat, namun untuk menjadi negara maju diperlukan pertumbuhan yang lebih tinggi. 

Sumitronomics dengan target 8% memberikan arahan yang jelas, dan sejarah pertumbuhan Indonesia sebelum krisis 1997-1998 serta contoh negara lain menunjukkan hal ini dapat dicapai dengan kebijakan yang tepat.

2. Peran Aktif Negara 

Di sektor strategis seperti perkebunan, BUMN dan koperasi telah menunjukkan peran penting dalam meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani. 

Misalnya, hilirisasi kelapa sawit di Sumatera Utara berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat hingga 20-30% dan menyerap tenaga kerja baru 15-25% pada tingkat regional.

3. Stabilitas Nasional 

Di tengah ketidakpastian global dan dinamika politik dalam negeri, prinsip stabilitas nasional yang dinamis dalam Sumitronomics menjadi penting. 

Sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil juga menjadi fokus pemerintah untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan.

4. Pengembangan Industri Nasional 

Indonesia masih memiliki potensi besar dalam pengolahan sumber daya alam dan penguatan industri domestik.

Sumitronomics mendorong hilirisasi sumber daya alam seperti nikel, tembaga, dan kelapa sawit, serta pengembangan industri teknologi dan padat karya, yang selaras dengan upaya pemerintah saat ini untuk meningkatkan daya saing ekonomi.

Lebih lanjut, namun Sumitrnonomics mempunyai Tantangan dan Pertimbangan, antara lain: 

- Risiko Inflasi dan Nilai Tukar 

Upaya mencapai pertumbuhan tinggi berpotensi menyebabkan inflasi dan pelemahan nilai tukar jika tidak dikelola dengan baik, terutama jika impor bahan baku meningkat secara signifikan.

- Efisiensi Peran Militer dalam Ekonomi

Pandangan tentang peran militer dalam ekonomi yang terkandung dalam Sumitronomics menjadi perdebatan, karena potensi kurang efisiensi dan risiko terkait tata kelola bisnis.

- Kesenjangan dan Kualitas Pekerjaan 

Meskipun ekonomi tumbuh, masih terdapat tantangan dalam pemerataan manfaat pembangunan dan penciptaan lapangan kerja berkelas menengah dengan upah yang layak. Peningkatan produktivitas dan reformasi struktural diperlukan untuk mengatasi hal ini.

- Keseimbangan Antara Kebijakan Negara dan Swasta

Meskipun peran negara diperkuat, penting untuk memastikan bahwa sektor swasta tetap memiliki ruang untuk berkembang dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang efektif.